Overthinking di malam hari adalah masalah yang cukup sering dialami oleh banyak dari kita, namun masih jarang dibahas secara mendalam. Mungkin kamu sudah mencoba berbagai cara untuk mengatasinya: Membatasi penggunaan handphone, journaling, atau bahkan meditasi misalnya. Namun, saat otak sudah dalam kondisi overstimulated, seringkali semua usaha itu terasa sia-sia. Overthinking bukan hanya mengganggu ketenangan kita di malam hari, tetapi juga merusak kualitas tidur dan mengacaukan mood kita keesokan harinya karena kurangnya istirahat yang cukup.
Itulah mengapa penting bagi kita untuk mulai memahami masalah ini secara lebih serius dan mendalam. Riset ini lahir dari rasa frustrasi sekaligus penasaran: Apakah mungkin kepribadian MBTI kita (dan fungsi kognitif di dalamnya) mempengaruhi cara kita overthinking di malam hari? Harapannya, melalui riset ini, kita tidak hanya sekadar mencoba berbagai solusi secara acak, tetapi bisa menemukan pendekatan yang lebih tepat dan sesuai dengan diri kita masing-masing.
Riset ini disusun berdasarkan respons dari 1.500+ responden, yang sebagian besar berasal dari komunitas Animo Life (Instagram dan website). Data dikumpulkan melalui survei online yang telah disusun secara terstruktur untuk mengidentifikasi:
- Tipe MBTI responden
- Seberapa sering mereka mengalami overthinking di malam hari (menggunakan skala angka)
- Topik utama yang paling sering memicu overthinking
Kami menganalisis data dengan menghitung rata-rata skor overthinking pada setiap tipe MBTI, lalu menyusunnya dalam bentuk peringkat (ranking). Selain itu, kami juga mencoba menemukan pola-pola tertentu dalam cara masing-masing kepribadian mengalami overthinking di malam hari.
Penting untuk diingat bahwa riset ini merupakan studi mandiri (self-reported study), sehingga setiap jawaban merefleksikan persepsi personal dari masing-masing responden. Sebagian besar sampel berasal dari audiens Animo Life, sehingga hasilnya mungkin belum sepenuhnya merepresentasikan keseluruhan populasi Indonesia.


